Saturday, 18 June 2016

Beberapa Type Donatur

| |



Ramadhan 1437 H ini, saya mendapat kesempatan jalan-jalan di beberapa mall kota Jogja tercinta. Jalan-jalan doang? Sendirian? Engga dong... sama teman-teman yang hebat. Kami tergabung dalam tim Fundriser Ramadhan Dompet Dhuafa Area A. hehe.


Ceritanya mumpung kuliah semester genap sudah selesai kelas, sudah selesai semua tugas, terus liat ada info pendaftaran Fundraiser Dompet Dhuafa. Iseng aja ikut. Tanpa pengalaman sebelumnya, ngga tau kerjaan fundraiser itu ngapain? Duh!

Finally, setelah melalui proses seleksi meliputi tes tulis, psiko test dan wawancara, tibalah saat pengumuman. Dan...jeng jeeng.... saya diterima. Seneng? Seneng doong, mau nambah pengalaman plus teman baru. Meski sampai saat itu, saya belum tau harus ngapain. Pede ajalah. Hehe

Sayang, jadwal training bareng sama jadwal writing camp kompas. Setelah ditimbang-timbang dan lobi-lobi, akhirnya aku harus berangkat writing camp dan meninggalkan training fundraiser. Padahal penting tuh buat pemula macam saya. Tapi writing camp tak kalah penting sih, ketemu trio lupus selama sehari semalam mungkin akan sangat sulit terulang dimasa depan, kan?

Dan, karena sudah izin jadi tak masalah tanpa ikut training fundraiser, aku tetap bisa mengikuti program khusus ramadhan ini. Jadi tugasnya adalah, kita buka stand Dompet Dhuafa di mall-mall, menyapa para pengunjung dan menawarkan program Ramadhan. Nah, karena saya belum pengalaman sebelumnya, langkah awal yang saya lakukan saat harus terjun ke dunia ini (kesannya dalem banget jadi mesti terjun), adalah mengamati beberapa type pengunjung mall.

1.            Type royal

Type ini, jika kami mulai menyebar flyer atau selebaran dan menjelaskan produk atau pola penyaluran dana di Dompet Dhu’afa, biasanya langsung bilang, “Ngga usah mbak, kami sudah tau. Nih.” Sambil kasih uang beberap alembar warna biru. Duh, bahagianya kami.. jika saja semua pengunjung type begini. Percaya sekali?

Bukan sekedar percaya pada kami. Type seperti ini percaya pada janji Illahi. Kami hanya perantara rezeki mereka yang lebih untuk mereka yang membutuhkan. Beberapa dari mereka bersedia kami minta data untuk kami masukkan dalam aplikasi DESI. Ada pula diantara mereka yang tak mau menyebut nama, jadi kami input atas nama Hamba Allah.

2.            Type window shopping

Layaknya kita (Eh, saya sih jaaraaaaangggg banget ke mall sebelumnya), biasanya ke mall ngapain? Hayoo, jujur?

Iya, selain memang butuh belanja, kebanyakan orang pergi ke mall karena pengen refreshing, lihat-lihat, window shopping. Iya kan? Nah, diantara sekian pengunjung yang window shopping di mall, kami juga berusaha menawarkan mereka untuk sekalian menunaikan zakat, infak, atau wakaf tunai. Window shopping berpahala, kan?

Diantara mereka ada yang tertarik memberi infak, baik infak bebas (berapapun nominalnya diterima) atau infak terikat. Kami ada beberapa penawaran, diantaranya paket buka puasa untuk kaum dhuafa dan penghuni Rumah sakit kelas III senilai 35K per paket, wakaf Al Qur’an senilai 165K, parcel untuk anak yatim dan keluarga dhuafa senilai 265K per paket, atau paket Qurban, yang bisa dimulai dari sekarang dengan DP 500K, selanjutnya bisa dicicil sampai waktunya Qurban tiba.

Ada yang memperhatikan penjelasan kami dengan detail, tapi akhirnya memutuskan untuk tidak donasi. Ada yang minta flyer saja, berjanji untuk transfer, dan kami doakan semoga dimudahkan. Ada pula yang tertarik untuk donasi setelah menyimak penjelasan kami.

3.            Type apatis

Siapa yang berpengalaman jadi marketing? Pasti pengalaman ditolak kan? Ehehehe.. begitu pula yang kami alami. Ada diantara pengunjung mall yang belum juga kami sapa, sudah menjauh. Ada yang begitu melihat kami mendekat, menggunakan co-card dompet dhuafa, memegang katalog dan pulpen (sudah persis rentenir atau sales sih? Hehe,..peace) eh sudah melipir, menjauh.

Masih mending sih kalau model begitu. Ada yang disapa, sudah jelas tampak beliau muslim, kami ucapkan salam bukannya menjawab salam malah menatap dengan tatapan “aneh” lalu menjauh. Sakit hati ngga sih? Eh, iya lhoh..  sakit hati, awalnya. Tapi lama-lama? Sudah kebal rasanya dicuekin.

Type apatis, saya menyebutnya. Ada dari mereka yang pakaiannya tertutup rapat, hijab lebar, tapi melambaikan tangan saat kami dekati. Pertanda tak ingn diganggu? Yasudah, kami juga tidak sedang memaksa. Mungkin saja mereka mengira kami meminta. Padahal? Bahasa lainnya, kami memfasilitasi mereka mendapat pahala. Jadi siapa yang butuh sebenarnya?

Iyah, begitulah seputar pengalaman baru jadi fundriser sekaligus pengamat pengunjung mall. Kalau kamu, termasuk yang mana?

Ahahay... bersabarlah, jangan marah ya.. kan lagi puasa? Buat instrospeksi diri sendiri saja. Termasuk saya.

Pengalaman lucu yang beberapa kali kami temui, sehingga terasa menarik membaginya disini adalah kala ada sepasang suami istri, tampak sebagai keluarga kecil yang bahagia dengan anak-anaknya. Jelas mereka muslim karena sang istri mengenakan kerudung dan sang bapak berjenggot, pakai peci pula. Nah, ketika kami menawarkan program zakat, infak, atau wakaf seperti diatas. Sang bapak nampak tertarik, tapi ketika seolah “meminta izin” kepada istrinya untuk memberikan donasi kepada kami, sang istri menolak dengan isyarat. Jadilah transaksi donasi itu gagal. Kecewa? Tidak, kami justru tertawa. Ada ya yang model begitu? Aduh bu, tenang, suaminya ngga minta izin buat nikah lagi kok..hehehheh.. terasa ada kupu-kupu yang beterbangan di dalam perut setiap kali melihat peristiwa seperti ini, geli.

Lalu menunjuk diri sendiri, kamu besok kalau jadi istri orang mau begitu juga? Uh, jangan ya? Jangan pernah halangi suamimu menafkahkan hartanya di jalan Allah. Dukunglah ia untuk berjihad dengan harta dan jiwanya. Buka hanya dalam kata. Itu bisikan hati nurani, lalu logika mengiyakan, tanda setuju.

Nah, jika pembaca ingin ikut berpartisipasi dalam program ramadhan dan serangkaian pengelolaan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf) yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa, berikut beberapa pilihannya:

1.    Program Ramadhan dan Qurban



2.    Zakat fitrah atau zakat maal

Kami menerima zakat fitrah atau zakat maal yang berasal dari penghasilan, profesi, simpanan investasi (Tabungan, deposito, saham, properti), aset usaha atau perdagangan, peternakan, pertanian, barang temuan, simpanan emas, dan simpanan perak yang sudah mencapai nisab setara 85 gr emas dan sudah mencapai haul (1 tahun kalender hijriyah).

Zakat fitrah nominalnya disesuaikan dengan kebiasaan kita makan dengan standar harge beras per kilo berapa? Jika 10K katakanlah, maka nominal zakat fitrah yang perlu dibayarkan adalah 25K per orang. jika harga beras yang biasa dimakan standar 15K per kilogram, tinggal dihitung saja ya?

Zakat maal, besarnya hanya 2,5% dari total aset yang dimiliki. Nisabnya berapa? 85 gr emas. Jika sekarang harga emas murni per gram adalah 580K, tinggal dikalikan 85 jadi sekitar 49.300.000. jadi jika nilai aset, perdagangan, atau investasi sudah sebesar atau lebih dari itu maka sisihkan 2,5% nya untuk zakat, ya..

Kalau masih bingung ngitungnya gimana, bolehlah kontak saya di WA/Tlp. 085235322637.
 

3.    Wakaf tunai

Ini paling fleksibel. Wakaf tidak harus dengan bahan bangunan, semacam semen, batu bata, atau tanah, tidak. Tapi berapapn uang yang dimiliki jika ingin memperpanjang manfaatnya, bisa dialokasikan pada wakaf, investasi akhirat. Dompet Dhuafa akan mengelola dan mengalokasikan dana sesuai akad yang diminta.

Maka, rekening yang digunakan untuk zakat, infak dan wakaf berbeda. Untuk memudahkan pengelolaan dan alokasi dananya.

Nah, jika ada yang tertarik untuk berdonasi, bisa langsung transfer ke rekening berikut:

-      Zakat
1.    Mandiri       : 137-001-008-3190
2.    BCA           : 802-00-99-42
3.    BNI Syari’ah  : 1-5555-6666-8
4.    Muamalat    : 56-10000-900

-      Infaq
1.    Mandiri       : 137-000-789-0078
2.    BCA           : 802-015-8787
3.    BNI Syari’ah  : 1-8888-9999-5

-      Wakaf
1.    BPD DIY Syari’ah    : 801.111.000082

Nah, silahkan transfer. Mudah bukan?

Berzakat, berinfak, dan berwakaf semudah like. Iya, semudah like layaknya kita like status yang kita suka, memberi reaksi senang atau tertawa, dan sebagainya.

Tapi setelah transfer, mohon kesediaannya untuk konfirmasi ya? Biar bisa kami bacakan do’a untuk keberkahan rezeki anda. Lalu kami masukkan dalam sistem rekapitulasi dan pencatatan akuntansi. Di Dompet Dhuafa, kami menggunakan sistem DESI yang akan mendata nama, no.HP, email, NPWP, alamat lengkap. hmm, maaf, bukan untuk mengganggu privasi. Sama sekali bukan. Itu untuk mendetailkan data donatur. Lagipula untuk pembayaran zakat yang disertakan NPWP, kan bukti yang kami kirim via email nanti bisa buat di lampirkan bersama SPT biar bisa jadi pertimbangan pengurang objek pajak.

Jadi, donator macam keberapakah anda?

Salam santun,

Sakifah
FR Dompet Dhu’afa Ramadhan 1437 H

3 comments:

Dewie dean said...

Eh pakai test jg ya kalau ikut founder gitu.

Di sini jg Ada. Kalau di hari2 baiasa kbnyakan donasi wakaf Quran

Lisa Lestari said...

Pantes pulang malam terus yaaa de..

Serupaesok said...

Ahahaha iya mas samaan pengalamannya. Ada banyak mas-mas dan bapak-bapak udah mau ngasih donasi dilarang-larang gitu sama pasangannya.and all alhamdulillah bikin kita jadi kebal penolakan :D
Salam dari Fundriser Surabaya

Post a Comment

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Search This Blog

Powered by Blogger.
 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©